oleh

Gde Agung: Pemerintah Harus Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 Aparatur Tingkat Desa

CHANNELBALI Badung | Saat menerima Channelbali.com, Sabtu 20/2/2021 Anggota DPD RI asal Bali Anak Agung Gde Agung menjelaskan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diyakini mampu menurunkan angka korban pandemi Covid-19 di Bali, namun harus diikuti dengan safety bagi para pelayan masyarakat di tingkat desa. Di Bali, Desa Adat memegang peranan penting dalam menurunkan angka penularan virus ini.

“Jadi pemerintah harus memprioritaskan vaksinasi kepada apratur di tingkat bawah. Seperti misalnya, pemangku, Bendesa maupun aparat lainnya, melayani langsung ke masyarakat, seharusnya mereka diberikan prioritas vaksin terlebih dulu,” kata penglingsir Puri Mengwi ini.

Vaksinasi sendiri, sampai saat ini, hanya diberikan kepada usia 18-59 tahun. Di sisi lain, kelompok lansia, menurut AA Gde Agung juga harus dipertimbangkan untuk mendapatkan vaksin.

“Sekarang baru akan diarahkan kepada lansia. Di luar negeri justru kelompok lansia ini jadi prioritas utama pemberian vaksin,” jelasnya.

Anak Agung Gde Agung juga menyoroti vaksin buatan dalam negeri yang disebut Vaksin Nusantara. Menurutnya, vaksin produk dalam negeri itu harus mendapatkan dukungan agar diproduksi secara masal.

Menurut AA Gde Agung, aparat di tingkat bawah menjadi salah satu garda terdepan untuk menanggulangi sebaran virus corona. Sedangkan rumah sakit menjadi garda yang terakhir untuk menangani dan memberikan pengobatan secara medis.

Selain itu, fasilitas kesehatan di tingkat bawah seperti Puskesmas juga perlu diberikan alat deteksi covid-19 buatan putra bangsa yang disebut GeNose C19. Alat ini dibuat oleh Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus corona melalui hembusan nafas.

“Itu lebih murah, mudah, dan efeknya tidak ada, satu unit saja cuma Rp 68 ribu. Setiap tes GeNose ini, anggaplah Rp 20 ribu saja, atau pemerintah bisa menggratiskan, itu lebih baik,” pungkas Gde Agung. (ChannelPress)

Channel Terbaru