oleh

BI Bersinar Ditengah Covid-19

CHANNELBALI Denpasar | Bali yang gemerlap dan penuh dinamika, kini “gelap” akibat pandemi Covid-19, banyak tempat wisata di Bali yang berhenti operasional, karena daerah ini mengandalkan sektor pariwisata yang bersentuhan langsung dengan kunjungan wisatawan mancanegara, disinilah peran Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Kemenparekraf, agar Bali kembali “bersinar” perekonomiannya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, sangat penting untuk memperkuat wawasan di bidang ekonomi, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat, terkait isu perkembangan ekonomi Bali terkini.

“Selain membangun Capacity Building, kita wajib menjaga Bali sebagai destinasi wisata dunia, untuk itu BI bersama Perbankan di Bali, menerapkan pembayaran non sentuh, yakni QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat transaksi non tunai. Saat ini sudah ada 138 ribu pengguna QRIS di Bali, program ini perlu diterapkan sesuai protokol kesehatan Covid-19,” ujar Trisno Nugroho, di Griya Santrian Denpasar, Rabu (14/10/2020)

Sementara, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, dalam dialog virtual ‘Tourism Industry Post Covid-19, Survival dan Revival Strategy’ yang digagas oleh BI Perwakilan Bali, mengatakan perlu mencari solusi terbaik, untuk memulihkan ekonomi Bali.

“Untuk ketahanan pengusaha pariwisata, pemerintah pusat melalui Menkeu menyetujui usulan hibah pariwisata terdampak Covid-19, untuk 9 kabupaten/kota se-Bali, total hibah sebesar Rp 3,3 triliun. (dr)

Channel Terbaru