oleh

Paslon No.2 Amerta, Kedepankan Politik Damai Untuk Terwujudnya Denpasar Smart City

CHANNELBALI Denpasar | Merupakan kesempatan istimewa Channelbali.com dapat wawancara khusus dengan Calon Walikota Denpasar nomor urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra, dikediamannya, Sabtu 26/9/2020.

Kepada awak media, Gede Ngurah Ambara Putra mengatakan pihaknya mengedepankan politik damai untuk terwujudnya “Denpasar Smart City” marilah kita bersama-sama membangun spirit dalam menciptakan Pilkada Denpasar yang aman, damai dan bermartabat,” tuturnya.

“Kita undang paslon nomor urut 1 dan bersembahyang bersama di Pura Jagatnata pada penampahan Kuningan. Sebelumnya, pada penampahan Galungan, kita juga mendapatkan undangan dari paslon nomor urut 1,” kata Ambara.

Ambara Putra mengatakan, Kota Denpasar menjadi ibukota Provinsi Bali yang harus menjadi barometer di segala bidang termasuk politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Ia bersama pasangan Made Bagus Kertanegara, melihat, Kota Denpasar yang moderen tetap mempertahankan landasan (5P) yakni, Pura, Purana, Puruhita, Para dan Puri.

Dalam konteks kekinian, Denpasar tetap unggul dalam modernisasi digital dengan tetap menjaga kebudayaan yang ada. Konsep Denpasar Berseri, Smart City yang Berbudaya dan Berdaya Saing, akan menjadi mesin penggerak kemajemukan yang ada di Ibu Kota Provinsi Bali ini

“Dibutuhkan leadership untuk mewujudkan kemampuan daya saing. Jadi akan ada penajaman visi misi Smart City yang memahami teknologi, kalau daya saingnya kuat, pasti bisa,” kata Ambara.

Menurutnya, peningkatan PAD perlu diakselerasi dengan kesiapan digitalisasi yang telah ada. Berangkat dari kebudayaan yang ada, pemerintah kota Denpasar perlu membangkitkan potensi Desa Adat dalam berkontribusi terhadap PAD.

Ambara Putra menyebutkan, potensi celah pendapatan bisa dibangun dengan dengan melibatkan pihak swasta. Sedangkan pemerintah memberikan ruang untuk event-event tertentu yang memungkinkan mendatangkan pendapatan asli daerah.

“Karena PAD ini datangnya dari swasta, kita harus mengajak kerjasama, misalnya seperti event festival, pemerintah melalui Desa Adat bisa memberikan ruang untuk itu,” harap Ambara . (ChannelPress)

Channel Terbaru