oleh

Musisi Pohon Tua Creatorium “The Participles” Tetap Berkaya di Masa Pandemi Covid-19

Breaking News Channelbali.com

CHANNELBALI Sanur | Musisi dan pelukis pantang menyerah dan terus berkarya, walau harus “dipaksa” sukses ditengah pandemi Covid-19 saat ini

Kepada Channelbali.com di Rumah Sanur, Jumat 11/9/2020, Dadang dan Dethu mengatakan Pohon Tua Creatorium barangkali belum membuat geger secara global, dan sejatinya memang bukan menargetkan capaian muluk-muluk. Misinya cenderung bersahaja memberi warna, menerangi, dan membuat kancah musik Indonesia makin indah mencengangkan, kini mulai mengembangkan karya seni lukis juga,” ucapnya

Manuver paling mutakhir dari kolektif yang terdiri dari Pohon Tua (komendan), Gun (tukang son) dan Ira (tukang catat) adalah mendorong empat bukan-pahlawannya meluncurkan nyanyian dan gambar hidup: Manja dengan lagu “Rise”, Soulfood lewat tembang “Ain‘t No Money It’s Ok”, Soul & Kith munculkan video musik “Sorrow”, serta Truedy Duality melepas video Iirik “A Mad Deus Most Art”.

Bicara genre musik pun duh-gusti puspawama. Mulai dari atmospheric rock, Southern Gothic, rancak Motown & misedukasi-Lauryn Hill, hingga art punk Moksartham Jagadhita. Bak hendak berteriak mengabari Nusantara bahwa Bali bukan monokrom. Tak cuma Superman Is Dead, Navicula, The Hydrant. Tidak sebatas punk, grunge, dan rockabilly saja.

“Orientasi tiap seniman pasti berbeda, industri lesu atau gak lesu, bagiku kreasi gak harus ikut lesu. Mereka band muda dan baru terjun di industri. Bedanya mereka mulai di saat musik industri lagi gak asik, tapi seniman bukannya harus bisa kreasi dimana pun dalam kondisi apa pun? Aku yakin bahwa mereka akan lebih siap dari siapapun saat pandemi ini selesai.

Menunggu adalah pekerjaan yang tak pasti, tapi berkreasi adalah mutlak. Duit dan menjadi tenar itu komplemen, bonus, yang penting jangan tambah “sampah” di industri yang sudah lesu,“ sahut Pohon Tua

“Jadilah saksi di akhir pekan, besok Sabtu petang, 12 September 2020, kawanan muda Pohon Tua Creatorium unjuk aksi di Rumah Sanur Bali, serta turut merasakan bagaimana Bali bakal kian bangga dengan skena mini tapi maksimal, kecil padahal kolosal,” ujar Dadang. (ChannelPress)

Channel Terbaru