oleh

Retribusi Masih Meresahkan Pariwisata Bangli Ditengah New Normal

CHANNELBALI Kintamani | Dunia pariwisata yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang melanda Bali khususnya Bangli, kini mulai mendapat angin segar, setelah Gubernur Bali Dr.Ir.Wayan Koster memulai Tatanan Kehidupan Baru di Bali atau new normal pada tanggal 9 Juli 2020 lalu, namun hal tersebut belum sepenuhnya menggembirakan, karena pariwisata Bangli masih “dihantui” beratnya retribusi yang dibebankan kepada tamu yang berkunjung ke kawasan wisata di daerah ini

Kepada Channelbali.com, Rabu 28/7/2020, Ketua PHRI Bangli / Ketua BPPD Bangli Dr. I Ketut Mardjana mengatakan saat ini Bangli sudah semakin dilirik wisatawan, karena wisata budaya dan alamnya yang indah, saat ini animo wisatawan sangat tinggi terhadap Kopi Kintamani, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, dan tentunya akan mampu meningkatkan PAD Kabupaten Bangli,” ungkap Mardjana.

Lanjutnya, saat ini sudah dibuka untuk wisatawan lokal, dan pada 31 Juli 2020 akan dibuka untuk wisatawan domestik, dan puncaknya 11 September 2020 akan dibuka untuk wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali

Namun hal ini masih terkendala, dengan masih diberlakukannya retribusi lewat Perbub Bangli, terlebih adanya pungutan Rp 15 ribu kepada warga lokal yang merasa memiliki Bali, dan lebih mengherankan pungutan itu dilakukan di jalan umun dan bukan di area pariwisata,” tegas Mardjana.

Pada kesempatan yang sama, Ketua HPI Bali Nyoman Nuarta menegaskan pariwisata Bali sempat stagnan sekitar 4 bulan akibat pandemi Covid-19, dan kini mulai bangkit, namun agak terhambat karena beratnya retribusi yang dibebankan kepada pelaku pariwisata, seharusnya sebelum aturan retribusi dikeluarkan, harus melibatkan stakeholder serta pemangku kepentingan lainnya, agar bersama-sama merumuskan aturan yang dapat menunjang kemajuan pariwisata Bangli,” ujar Nuarta.

Sementara itu, I Made Naris Suarjaya pelaku pariwisata mengharapkan Pemda Bangli segera mengambil langkah untuk mencarikan solusi terbaik, terkait kemelut retribusi dan pungutan-pungutan itu, agar pariwisata Bangli dapat bangkit kembali,” pungkas Naris. (ChannelPress)

Channel Terbaru