oleh

Gelar Rakernas, KSBN Siapkan Rencana Strategi 5 Tahun ke Depan

CHANNELBALI Kaltim | Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Gedung PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta, Senin-Selasa (9-10/3).

Kegiatan ini diharapkan bisa melahirkan platform kegiatan budaya yang dapat membantu mewujudkan ekosistem kebudayaan dalam lima tahun ke depan.

Karena itu, KSBN pun menjadi wadah strategis untuk kreativitas seni dan budaya di Indonesia dimana dalam organisasi ini berkumpul orang- orang, asosiasi-asosiasi, dan komunitas-komunitas yang peduli seni budaya Indonesia. Bahkan saat Rakernas II 2020 di Yogyakarta, ada sekitar 19 Dewan Pimpinan Wilayah KSBN provinsi dan 12 KSBN Kota/Kabupaten yang turut serta di event tersebut.

“Lewat lembaga inilah keragaman seni dan budaya Nusantara bisa terintegrasi dalam konsep Bhineka Tunggal Ika,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSBN Hendardji Soepandji, pada Rakernas II KSBN, Senin (9/3).

Rakernas II KSBN juga diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan nasional mengenai rencana strategi dan program-program yang konkret di bidang seni dan budaya untuk membangun peradaban bangsa dalam lima tahun ke depan (2020-2024). Semua itu dikemas dalam rencana dan strategi (Renstra) lima tahun ke depan.

KSBN juga sudah menyiapkan sejumlah program budaya yang dinilai akan membantu terbentuknya fondasi ekosistem kebudayaan. Di antaranya menggelar Festival Seni Budaya Nusantara di Kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, 7-12 November 2020. Rencananya dalam event itu akan ada 8 titik kegiatan seni dan budaya dari 34 provinsi yang dilaksanakan secara serentak di Trowulan yang salah satunya adalah Sendratari Trowulan.

Selain itu, masih ada sejumlah agenda kegiatan utama lainnya yang akan digelar KSBN dalam lima tahun ke depan. Yakni, kegiatan seni dan budaya yang bertema Festival Bahari Pesona Negri Saruma Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada 25 Mei – 5 Juni 2021.

Di samping itu juga ada Festival Seni Budaya Kubu Raya di Kalimantan Barat pada 2023, dan Orkestra Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada 2024. Semua program tersebut sebagai upaya membangun sejumlah destinasi wisata nasional dalam lima tahun ke depan.

Seperti Trowulan pada 2020, Halmahera Selatan pada 2021, Muaro Jambi, Jambi, pada 2022, Kubu Raya, Kalimantan Barat pada 2023, dan Kabupaten Magelang pada 2024.


“Kami akan segera menyusun buku panduan pelaksanaan kegiatan Seni dan Budaya, di mana buku panduan ini akan dilengkapi setelah pelaksanaan Rakernas KSBN di Yogyakarta ini,” jelas Hendardji.

Di sisi lain, Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba mengaku siap menjadi tuan rumah perhelatan Festival Bahari Pesona Negeri Saruma tersebut. Bahkan, Ketua DPW KSBN Provinsi Maluku Utara itu menyebut bahwa pihaknya sudah menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Intinya, kami sudah menyiapkan lokasi dan fasilitas-fasilitas pendukung untuk acara itu. Apalagi, kegiatan ini juga menjadi rangkaian Peringatan Napak Tilas 500 Tahun Ekspedisi Magelhaens yang digelar bersama-sama dengan daerah-daerah lain di Maluku Utara,” ujar Bahrain.

Yang jelas, dalam upaya peningkatan atau pemajuan seni budaya nusantara, KSBN berharap kerja sama dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta lembaga-lembaga Iain baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta untuk sama-sama membangun Indonesia melalui kreativitas dan aktivitas seni budaya Nusantara.

Donald Sitorus (kiri) & Jerison Togelang (kanan)

Ditemui saat Rakernas Donald Sitorus juga menambahkan, pengembangan seni budaya suatu daerah juga merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut,

Undang undang No 5 Tahun 2017 ini menjadi landasan yang kuat bagi berkembangnya seni dan budaya pada suatu wilayah dalam membangun peradaban sesuai dengan kearifan lokal yang ada, terlebih lagi bagi Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki keindahan alam luar biasa dan beraneka ragam kearifan lokal didalamnya serta ditunjang dengan situs situs purbaka sejalan dengan dengan sejarah masa lalu yang kuat,” ucap Kolonel (Purn) lulusan Akmil 1985 ini, sambil mempresentasikan seni budaya Kalimantan Timur. (JT)

Channel Terbaru