oleh

Tol Samarinda – Bontang Terbentur Hutan Lindung Mangrove, Pemprov Kaltim Siapkan Lahan Pengganti

CHANNELBALI Kaltim | Pada peringatan HUT ke-63 Kaltim, Isran Noor, Gubernur Kaltim memaparkan ada empat proyek strategis nasional (PSN) yang mulai dikerjakan pada Tahun 2020.

PSN tersebut antara lain, tol Samarinda – Bontang, normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), jembatan tol Balikpapan-PPU, dan pembangunan bendungan Talake. Proyek tol Samarinda-Bontang, pada 2020 ini akan dikerjakan pra pembangunan, yakni penyusunan amdal dan DED.

Salah satu masalah yang akan dihadapi pelaksana pembangunan tol Samarinda-Bontang dan Pemprov Kaltim adalah adanya luasan 17 kilometer hutan lindung Bontang. Hutan lindung tersebut merupakan hutan bakau/mangrove, yang berada di daerah Marang Kayu ke atas menuju arah Bontang.

“17 kilometer itu jadi PR Pemprov Kaltim sekarang selaku penanggungjawab pembebasan lahan. Tapi kalau tol Samarinda – Bontang jadi proyek strategis nasional (PSN) semua akan dipermudah,” kata Muhammad Taufik Fauzi, Kepala Dinas PUPR Kaltim kepada Channelbali.com, Senin 13/1/2020

Nantinya, kawasan hutan lindung mangrove yang terkena jalur tol, akan diusulkan menjadi areal penggunaan lain (APL). Alur proses perubahannya, Gubernur Kaltim terlebih dahulu akan mengusulkan ke Kementerian KLHK RI. Selanjutnya, akan datang tim dari kementerian untuk meninjau lokasi hutan lindung.

Proses selanjutnya, tim dari Kementerian KLHK akan membahas rekomendasi apa yang dikeluarkan, apakah tetap dipertahankan, atau pergantian lahan lain. “Kalau masalah lingkungan pasti sensitif. Tapi belajar dari tol Balsam ada penolakan, tetapi rekomendasi itu tetap dilakukan. Seperti rekomendasi pergantian lahan ataupun lokasi hutan lindung mana yang harus dipertahankan. Untuk itu kami juga akan menunggu rekomendasi itu dari Kementerian KLHK,” jelas Taufik.

Taufik menambahkan, karena hutan lindung yang dilewati jalur tol Samarinda-Bontang, adalah hutan mangrove, maka Pemprov Kaltim akan menyiapkan lahan pengganti hutan lindung ke kawasan lain.

“Karena hutan lindung yang terkena jalur tol Samarinda-Bontang ini hutan mangrove, kemungkinan lahannya akan diganti ke daerah lain,” paparnya.

Sementara itu, Isran Noor, Gubernur Kaltim menanggapi santai jalur tol Samarinda – Bontang yang melewati hutan mangrove. Isran menyatakan sangat biasa bila sebuah proyek infrastruktur terbentur hutan lindung, karena status hutannya bisa diubah.

“Hutan lindung itu biasa aja, bisa berlindung di bawah hutan jalannya dan itu hal biasa,” pungkas Isran. (JT)

Channel Terbaru