Andy : Ngawur, Jika KKP Sebut Produksi Ikan Indonesia Lebih Besar dari China

CHANNELBALI Jakarta | Pengusaha Ikan yang sekaligus Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia, Tjandra Setiadji (Andy) mengkritik keras Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengatakan bahwa produksi ikan Indonesia melebihi China. Menurut Andy data tersebut ngawur.

Andy sapaan akrabnya itu lantas membandingkan dengan data World Bank pada tahun 2018 yang menempatkan Indonesia berada posisi nomor 10 di bawah China yang berada pada posisi nomor satu.

“Data World Bank pada tahun 2018 jelas posisinya di bawah China yang berada pada peringkat teratas,” terang Andy

“Biar tidak ngawur,” sambung Andy sambil memaparkan Laporan World bank Desember 2018 tentang 10 exporter hasil laut terbesar di dunia :

10. Indonesia $3,11 m.
9. Holland $3,13 m.
8. Sweden $3,7 m.
7. Chili $4 m.
6. Canada $4,2 m
5. India $4,6 m
4. USA $5,1 m
3. Vietnam $5,8 m
2. Norway $8,8 m
1. China $14 m.

“Thailand, Vietnam, juga China mengalami penurunan produksi ikan, menurut data perekonomian Indonesia, dimana untuk sektor riil, surplus perdagangan adalah perikanan, hal ini membuat produksi perikanan kita semakin meningkat setiap tahunnya,” ujar Andy kepada Channelbali.com, Kamis, 7/2/2019

Andy menilai, bahwa KKP saat ini justru telah menjadi sebab turunnya produksi ikan, akibat kebijakan yang membuat pemilik kapal tidak dapat mengoperasikannya. karena saat ini banyak kapal bersandar, “Dari mana logikanya produksi ikan meningkat ?,” ungkapnya

“Kapal banyak bersandar tidak melaut, lihat saja ke Muara Baru dan pelabuhan Benoa Bali, dari mana ikan bisa bertambah,” lanjut Andy yang juga Praktisi Hukum itu.

Ia pun menyarankan kepada KKP untuk memperhatikan betul apa yang menjadi teguran Presiden beberapa waktu lalu tentang ribetnya proses izin perkapalan.

“Tempo hari Presiden sampai menegur KKP untuk mempermudah izin yang selama ini ribet,” pungkas Andy, tokoh kelahiran Bagan Siapi-Api itu. (K123)